Ninin Antika

Jumat, 01 Juni 2012

Terimakasih Selalu Menjagaku

Aku tidak dapat membuangmu begitu saja..
Kau melakukan sesuatu lagi untukku,tidak peduli seberapa kau berbuat tidak baik padaku....
Tapi kau selalu mendengarkan permintaanku.....

Kau sangat baik karena selalu menjagaku.
Sangat sulit untuk untuk sehari tanpamu....
Bahkan walau aku tau hatiku akan terpecah,aku tetap saja tidak bisa pergi darimu?

Kemanapun aku pergi kau selalu ada....
Bagai mana aku bisa pergi?
Aku bahkan tak bisa membayangkannxa....

Kalau aku tak melihatmu sehari rasanxa seperti mau mati,Aku benci Sabtu,Minggu dan Liburan...
Jika aku tak melihatmu....

Kamu????Mungkinkah kamu mengerti perasaan itu????

Rabu, 30 Mei 2012

Harapan

Kau buatku menahan itu lagi..
dan kata -kata yang tak ingin ku dengar keluar lagi dari mu....

Rasa sesak dan sakit ini kau ukir lagi untuk kesekian kalinxa....
Sampai kapan ku bisa bertahan...

Tuhan aku hanya punya satu cita-cita kecil...
aku ingin jadi seorang ibu...
merasakan seorang bayi tumbuh dirahimku..

Sakit yang sekarang ini...
dan air mata yang tertahan ini,
apakah bagian dari masa indah yang belum pasti itu...

Kapan Engkau akan memberikan masa indah itu padaku...
Dapatkah Kau katakan padaku akankah penantianku tidak sia-sia...

Saat aku hanya berjalan sendiri dan mengenang kehidupanku yang memilukan
dari saat ku lahir hingga sekarang....
Aku tak kan menyesal dikalau saja.....ada malaikat kecil yang menemaniku.
Aku hanya punya satu permintaan kecil itu Tuhan.....

Saat-saat Kehilangan

If I got on my knees and I pleaded with you,
Not to go but to stay in my arms,
Would you walk out the door,
Like you did once before?
This time,
Be different,
Please stay,
don't go.

If I call out your name like a prayer,
Would you leave me alone with my tears?
Knowing I need you so,
Would you still turn and go?
This time,
Be different,

Please stay
don't go
Please stay

I loved you before I even knew your name,
And I wanted to give you my heart,
But then you came back after leaving me one time,
I knew that the heartache would start

If I called out your name like a song,
That was written for you,
You alone
Would you still hurt my pride?
Oh hey, how I cried
This time,
Be different,
Please stay
Please stay, don't go
Please stay, don't go
Please stay.

Hari ini karena mu

Hari ini aku merasa hidupku jauh lebih baik dan menemui titik terang.....

Terimakasih atas mu,yang selalu menuruti mau ku,,,,

Terimakasih atas mu,yang selalu mendengarkan asa ku....dan renggekan ku....

Belahan Jiwaku...

Hari kemarin aku mengetahui sesuatu cerita yang membuat hatiku resah....
Hatiku serasa marah........

Ketika ku tau seseorang wanita hatinxa sedang merasa terluka dan dipermainkan...
ia...disuruh menanti dengan sebuah harapan....
namun harapan itu kosong dan hatiku serasa ter'iris ketika tau orang yang ditunggunxa sudah memiliki pelabuhan hati yang baru.......

Semoga Allah akan menunjukan kuasa-Nya...

Selasa, 29 Mei 2012

Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu.

Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:

"Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar."

Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.

DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.

Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.

DOSEN: Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !

Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi!

Kemudian mahasiswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi !

Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya.

Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya, suaminya dan nama anaknya.

Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.

Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, "Silahkan coret satu lagi!"

Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi!

Hatinya menjadi binggung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.

Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, "Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?

Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.

Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."